-->

Bus Anti Macet Dari China

Kita ketahui bahwa semakin bertambahnya tahun maka jumlah penduduk pun juga akan terus bertambah. Namun sayang, karena pertambahan penduduk yang tidak stabil, akhirnya ibukota yang berada dalam suatu negara dibanjiri oleh jutaan orang yang bukan penduduk asli dari ibukota tersebut. Hal inilah yang akhirnya kemudian menyebabkan macet terjadi dimana, di jalan sempit, jalan raya dan bahkan tol pun macet karena jumlah penduduk ini yang sangat banyak. Bagaimana cara mengatasinya?

http://1.bp.blogspot.com/-xh8JJoycQMc/VgmjnmxuXTI/AAAAAAAAMa8/mKGHFl0WqOE/s1600/image001.jpg

Salah satu negara dari asia, China, terus berusaha dan memikirkan cara untuk mengatasi masalah ini.Nah, Salah satu ide yang didapatkannya yaitu membangun armada bus anti macet yang bolong seperti dibawah ini, sebuah skema futuristik dari China. Dalam upaya penyelamatan lingkungan, go green dan mengurangi kemacetan tanpa harus menggusur bangunan untuk melebarkan jalan.

Perusahaan Shenzhen Huashi Future Parking Equipment sedang mengembangkan 3D Express Coach, bus cepat tiga dimensi. Inovasi ini memungkinkan mobil-mobil, dengan ketinggian maksimal 2 meter melewati kolong bus, ketika kendaraan itu berjalan.

Bagian atas bus dirancang sedemikian rupa untuk mengangkut penumpang. Menurut China Hush, 3D Express Coach, juga ramah lingkungan. Ia tak menggunakan bahan bakar fosil, yang tak hanya makin langka tapi juga tak ramah lingkungan. Bus canggih ini akan menggunakan energi kombinasi dari listrik dan energi matahari.

http://4.bp.blogspot.com/-ISBObhA7mSU/Vgmjn7kznmI/AAAAAAAAMbA/Eu-YsT-fCFg/s1600/image002.jpg

Bus yang mirip trowongan ini bisa berjalan dengan kecepatan sampai 60 kilometer per jam dan mengangkut 1.200 hingga 1.400 penumpang. Konstruksi trayek pertama sepanjang 115 mil akan dibangun di Distrik Mentougou, Beijing.

Direktur Huashi Future Parking Equipment, mengklaim sistem ini relatif murah dan singkat. Hanya butuh waktu setahun dengan biaya hanya memerlukan biaya 500 juta yuan atau US$73 juta untuk membangun sistem transportasi futuristik ini, wah boleh juga ya diterapkan di Indonesia.
LihatTutupKomentar